PANTAI SIUNG
Pantai Siung terletak di sebuah wilayah terpencil di Kabupaten
Gunung Kidul, tepatnya sebelah selatan kecamatan Tepus. Jaraknya sekitar
70 km dari pusat kota Yogyakarta, atau sekitar 2 jam perjalanan.
Menjangkau pantai ini dengan sepeda motor atau mobil menjadi pilihan
banyak orang, sebab memang sulit menemukan angkutan umum. Colt atau bis
dari kota Wonosari biasanya hanya sampai ke wilayah Tepus, itupun mesti
menunggu berjam-jam.
Satu pesona yang menonjol dari Pantai Siung adalah batu karangnya.
Karang-karang yang berukuran raksasa di sebelah barat dan timur pantai
memiliki peran penting, tak cuma menjadi penambah keindahan dan pembatas
dengan pantai lain. Karang itu juga yang menjadi dasar penamaan pantai,
saksi kejayaan wilayah pantai di masa lampau dan pesona yang membuat
pantai ini semakin dikenal, setidaknya di wilayah Asia.
PANTAI INDRAYANTI
Terletak di sebelah timur Pantai Sundak, pantai yang dibatasi
bukit karang ini merupakan salah satu pantai yang menyajikan pemandangan
berbeda dibandingkan pantai-pantai lain yang ada di Gunungkidul. Tidak
hanya berhiaskan pasir putih, bukit karang, dan air biru jernih yang
seolah memanggil-manggil wisatawan untuk menceburkan diri ke dalamnya,
Pantai Indrayanti juga dilengkapi restoran dan cafe serta deretan
penginapan yang akan memanjakan wisatawan. Beragam menu mulai dari
hidangan laut hingga nasi goreng bisa di pesan di restoran yang
menghadap ke pantai ini. Pada malam hari, gazebo-gazebo yang ada di
bibir pantai akan terlihat cantik karena diterangi kerlip sinar lampu.
Menikmati makan malam di cafe ini ditemani desau angin dan alunan debur
ombak akan menjadi pengalaman romantis yang tak terlupa.
Penyebutan nama Pantai Indrayanti sebelumnya menuai banyak
kontraversi. Indrayanti bukanlah nama pantai, melainkan nama pemilik
cafe dan restoran. Berhubung nama Indrayanti yang terpampang di papan
nama cafe dan restoran pantai, akhirnya masyarakat menyebut pantai ini
dengan nama Pantai Indrayanti. Sedangkan pemerintah menamai pantai ini
dengan nama Pantai Pulang Syawal. Namun nama Indrayanti jauh lebih
populer dan lebih sering disebut daripada Pulang Syawal. Keterlibatan
pihak swasta dalam pengelolaan Pantai Indrayanti rupanya turut membawa
dampak positif. Berbeda dengan pantai-pantai lain yang agak kotor,
sepanjang garis pantai Indrayanti terlihat bersih dan bebas dari sampah.
Hal ini dikarenakan pengelola tak segan-segan menjatuhkan denda sebesar
Rp. 10.000 untuk tiap sampah yang dibuang oleh wisatawan secara
sembarangan. Karena itu Indrayanti menjadi tempat yang nyaman untuk
dikunjungi.
PANTAI TRISIK
Pantai Trisik merupakan pantai pertama di Kabupaten Kulon Progo
yang akan ditemui bila anda melaju melewati lintasan Bantul -
Purworejo, melewati Palbapang dan Srandakan. Berlokasi di wilayah
Brosot, Kabupaten Kulon Progo, berjarak sekitar 37 kilometer dari pusat
kota Yogyakarta. Pantai Trisik terletak sangat dekat dengan jalan raya
sehingga sangat mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi.
Perjalanan ke Pantai Trisik akan terasa menyenangkan
dan tak begitu melelahkan meski jaraknya cukup jauh. Jalan menuju pantai
ini sangat halus dan minim tanjakan, terdapat pula warung makan di
kanan kiri jalan yang bisa menjadi tempat beristirahat bila lelah.
Melewati jalur Palbapang dan Srandakan, anda juga akan dapat menikmati
pemandangan Sungai Progo ketika melewati jembatan penghubung Kabupaten
Bantul dan Kabupaten Kulon Progo.
Pantai Trisik memiliki kekhasan dibanding pantai-pantai lainnya
di Kulon Progo, yaitu suasana pedesaan pesisir yang begitu terasa.
Pantai, rumah-rumah warga, gubug-gubug yang menjajakan makanan dan jalan
penghubung desa dengan kota terletak saling berdekatan. Beragam
aktivitas warga sekitar yang memanfaatkan wilayah pesisir dan laut
sebagai sumber penghidupan juga turut meperkuat suasana pedesaan pesisir
itu.
PANTAI DEPOK
Di antara pantai-pantai lain di wilayah Bantul, Pantai
Depok-lah yang tampak paling dirancang menjadi pusat wisata kuliner
menikmati sea food. Di pantai ini, tersedia sejumlah warung makan
tradisional yang menjajakan sea food, berderet tak jauh dari
bibir pantai. Beberapa warung makan bahkan sengaja dirancang menghadap
ke selatan, jadi sambil menikmati hidangan laut, anda bisa melihat
pemandangan laut lepas dengan ombaknya yang besar.
Nuansa khas warung makan pesisir dan aktivitas nelayan
Pantai Depok telah berkembang sejak 10 tahun lalu. Menurut cerita,
sekitar tahun 1997, beberapa nelayan yang berasal dari Cilacap menemukan
tempat pendaratan yang memadai di Pantai Depok. Para nelayan itu
membawa hasil tangkapan yang cukup banyak sehingga menggugah warga
Pantai Depok yang umumnya berprofesi sebagai petani lahan pasir untuk
ikut menangkap ikan.
PANTAI POK TUNGGAL
Pesona Pantai Pok Tunggal dengan hamparan pasir putih yang dikelilingi
oleh dinding perbukitan merupakan lokasi yang asyik untuk dieksplorasi.
Pantai Pok Tunggal yang terletak di antara Pantai
Indrayanti dan Pantai Siung
ini semakin mengukuhkan Gunungkidul sebagai gudangnya pantai-pantai
cantik berpasir putih yang masih alami.
Menikmati keindahan Pantai Pok Tunggal takkan lengkap bila tidak
meluangkan waktu sejenak untuk menunggu matahari tenggelam di balik
cakrawala. Tadi sore kami bahkan bertemu dengan rombongan bule
yang menggendong ransel besar, sepertinya mereka akan berkemah di pantai
ini. Asyik juga bermalam di tenda sambil menikmati hembusan angin
pantai serta deburan ombak setelah menikmati lembayung senja. Bila tidak
membawa tenda, kita bisa menyewa tenda dome pada penduduk
setempat. Namun bila memutuskan untuk pulang malam, Anda harus ekstra
hati-hati. Jalan sempit dan berbatu itu sekali lagi menantang nyali
karena belum dilengkapi lampu penerang sama sekali.
